22 Maret - Hari Air Sedunia: Ketahui 7 Penyakit yang Ditularkan Melalui Air
Dipublikasikan: Minggu, 23 Maret 2025
Waktu membaca: 3 menit
Klinik MyKidz – Peringatan World Water Day atau Hari Air Sedunia pada tanggal 22 Maret telah berlangsung sejak 1993. Hari Air Sedunia merupakan peringatan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada pentingnya air tawar.
Pada Hari Air Sedunia, kita bukan hanya merayakan air sebagai salah satu sumber kehidupan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan 2,2 miliar orang yang hidup tanpa akses ke air bersih.
Air bersih sangat penting bagi kesehatan dan keselamatan anak-anak di seluruh dunia. Tanpa air minum yang bersih dan sanitasi dasar, anak-anak rentan terserang penyakit. Salah satunya, diare, penyebab utama kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
Air minum yang aman, sanitasi dan kebersihan yang baik (WASH = safe water, sanitation, and hygiene) sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Secara global, lebih dari 1.000 anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap hari akibat penyakit terkait air minum yang tidak aman, sanitasi yang buruk, dan kebersihan yang buruk. (UNICEF)
Ketahui 7 Penyakit yang Ditularkan Melalui Air
Para peneliti mendefinisikan waterborne disease atau penyakit yang ditularkan melalui air sebagai penyakit yang disebabkan oleh patogen (bakteri, virus, atau parasit) yang menyebar melalui air.
Penularan terjadi saat kita menggunakan air yang terinfeksi, antara lain untuk minum, menyiapkan makanan, dan mencuci tangan.
Mayoritas penyakit yang ditularkan melalui air di seluruh dunia terutama menyerang anak-anak.
Umumnya lantaran buruknya kebersihan dan lemahnya kekebalan tubuh. Sebagian besar penyakit ini mengancam jiwa.
Berikut ini 7 tujuh penyakit paling umum yang ditularkan melalui air.
1 | Diare
Dari semua penyakit yang ditularkan melalui air, diare yang paling umum, terutama menyerang anak-anak usia di bawah 5 tahun.
Gejalanya meliputi pusing, kulit pucat, dan dehidrasi. Pada kasus yang parah, penderita mengalami kehilangan kesadaran.
Diare biasanya berlangsung selama beberapa minggu. Jika tidak diobati dapat berakibat fatal.
2 | Disentri
Disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare parah disertai darah. Dalam beberapa kasus, lendir dapat ditemukan dalam tinja. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari.
Gejala lain dapat meliputi: kram atau nyeri perut, mual, muntah, demam 38 derajat Celsius atau lebih tinggi, dan dehidrasi (yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani).
Disentri menyebar terutama melalui kebersihan yang buruk. Selain melalui air dan makanan yang terkontaminasi, penyakit ini mudah menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.
3 | Demam Tifoid (Tifus)
Penyebabnya adalah bakteri Salmonella typhi yang ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi, serta sanitasi yang buruk.
Gejalanya meliputi demam berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, mual, sakit kepala, sembelit, dan penurunan berat badan.
Selain mengonsumsi air dan makanan yang aman, juga sanitasi yang baik, vaksinasi tifoid dapat memberikan perlindungan terhadap demam tifoid (tifus).
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin tifoid untuk anak mulai usia 2 tahun dan diulang tiap 3 tahun.
4 | Kolera
Penyakit ini terutama disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio cholerae melalui konsumsi air minum atau makanan yang terkontaminasi.
Kita mengenalnya sebagai muntaber. Gejalanya meliputi diare, muntah, demam, dan kram perut. Kolera terutama menyerang anak-anak, tetapi dapat juga menyerang orang dewasa.
Kolera dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan hari atau bahkan beberapa jam setelah terpapar bakteri.
Itu sebab, kolera memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi di antara penyakit yang ditularkan melalui air.
5 | Hepatitis A
Infeksi hati yang disebabkan oleh konsumsi air minum dan makanan terkontaminasi atau kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi.
Umumnya menunjukkan gejala, seperti demam, mual, dan muntah. Gejala lainnya dapat meliputi: kelelahan, feses berwarna tanah liat, sakit perut (terutama dekat hati), kehilangan selera makan, dan penyakit kuning.
Komplikasi serius dapat terjadi jika hepatitis A tidak segera diobati.
Vaksinasi dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit ini. IDAI merekomendasikan pemberian vaksin hepatitis A mulai usia 12 bulan, diberikan dalam dua dosis dengan interval 6—18 bulan.
6 | Infeksi Giardia
Infeksi giardia (disebut juga giardiasis) adalah infeksi usus yang ditandai dengan kram perut, kembung, mual, dan diare berair.
Penyebabnya adalah parasit mikroskopis yang dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk dan air yang tidak aman.
Infeksi giardia merupakan salah satu penyebab paling umum penyakit yang ditularkan melalui air di Amerika Serikat.
Biasanya akan sembuh setelah beberapa minggu. Namun, mereka yang telah terpapar dapat mengalami masalah usus selama bertahun-tahun mendatang.
7 | Infeksi Escherichia Coli (E. coli)
Bakteri E. coli biasanya hidup di usus manusia dan hewan yang sehat. Sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya atau menyebabkan diare yang relatif singkat.
Namun, beberapa jenis lainnya dapat menyebabkan kram perut yang parah, diare berdarah, dan muntah.
Seseorang dapat terpapar E. coli dari air atau makanan yang terkontaminasi—terutama sayuran mentah dan daging sapi giling yang kurang matang.
Gejala infeksi ini mirip dengan gejala disentri dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui air.
Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dalam waktu seminggu. Namun, anak-anak kecil dan lansia berisiko lebih besar terkena komplikasi serius dan mengancam jiwa.
Mencegah Penyakit yang Ditularkan Melalui Air

Pola hidup bersih, seperti kebiasaan mencuci tangan, dan memastikan keamanan air minum serta makanan yang dikonsumsi, sangat penting dalam upaya pencegahan waterborne diseases atau penyakit yang ditularkan melalui air.
Perubahan iklim, seperti musim hujan, juga berperan dalam merebaknya penyakit yang ditularkan melalui air.
Oleh karena itu, meningkatkan daya tahan tubuh anak tak kalah pentingnya dalam upaya menjaga kesehatan anak agar dapat terhindar dari penyakit yang ditularkan melalui air dan penyakit lainnya.
Yang juga penting, mengajarkan kebiasaan sehat sejak dini agar kebiasaan tersebut dapat bertahan seumur hidup.
Klinik MyKidz siap membantu Mama-Papa dalam upaya menjaga kesehatan buah hati untuk melindunginya terhadap penyakit. Dengan layanan komprehensif, harga yang kompetitif, serta tenaga medis yang ahli dan suportif, Klinik MyKidz memastikan pelayanan berkualitas prima untuk buah hati tercinta. (*)
Sumber: