Mengapa Pilih Sepatu Pertama Si Kecil Penting?

Dipublikasikan: Kamis, 8 Januari 2026

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Candra Widanarko

Editor: Candra Widanarko

MyKidz - Saat lahir, kaki bayi hampir tidak memiliki tulang keras. Sebagian besar strukturnya terdiri dari tulang rawan yang sangat fleksibel. Tulang-tulang ini baru akan mengeras sepenuhnya (osifikasi) seiring bertambahnya usia hingga masa remaja.

Selain itu, hampir semua bayi lahir dengan kaki yang terlihat rata (flat feet). Ini normal karena adanya bantalan lemak di area lengkung kaki (arch) yang berfungsi sebagai penyeimbang alami. Lengkung kaki yang sesungguhnya baru akan terbentuk sempurna antara usia 3 hingga 6 tahun seiring otot-otot kaki menguat.

Kriteria Memilih Sepatu Pertama yang Benar

Salah memilih sepatu bisa menyebabkan perubahan bentuk tulang, menghambat perkembangan otot, dan mengganggu keseimbangan anak. Berikut adalah panduan memilih sepatu pertama si Kecil: 

1. Fleksibilitas Tinggi (Tes Tekuk)

Sepatu harus cukup fleksibel agar kaki anak bisa bergerak secara alami.

Cara Tes: Cobalah tekuk bagian depan sepatu. Sepatu yang baik harus bisa ditekuk dengan mudah di bagian depan (area jari), bukan di bagian tengah. Ini memungkinkan kaki si Kecil untuk melakukan gerakan "mendorong" saat berjalan.

2. Kotak Jari yang Lebar (Wide Toe Box)

Pastikan bagian depan sepatu lebar dan berbentuk bulat, bukan lancip. Jari-jari kaki anak butuh ruang untuk "melebar" (splaying) saat menapak lantai. Kemampuan jari untuk melebar inilah yang memberikan keseimbangan utama agar anak tidak mudah jatuh.

3. Ringan dan Tanpa Hak

Anak yang baru belajar jalan menghabiskan banyak energi untuk mengangkat kaki mereka. Sepatu yang berat akan membuat mereka cepat lelah dan rentan tersandung. Pastikan juga solnya rata (zero drop), tanpa ada kenaikan di bagian tumit agar postur tubuh anak tetap tegak alami.

4. Bahan yang "Bernapas"

Kaki si Kecil berkeringat dua kali lebih banyak daripada orang dewasa. Pilihlah bahan alami seperti kulit lembut, kain kanvas, atau mesh yang memungkinkan sirkulasi udara baik untuk mencegah jamur dan iritasi kulit.

5. Sol Luar yang Tipis dan Antiselip

Sol harus cukup tipis sehingga anak masih bisa "merasakan" permukaan lantai (umpan balik sensorik), namun cukup kuat untuk melindungi dari benda tajam atau lantai yang panas. Pastikan sol terbuat dari karet antiselip agar tidak licin.

Rahasia Keseimbangan Hebat

Meskipun sepatu itu penting, MyKidz sangat menyarankan agar anak tetap bertelanjang kaki saat di dalam rumah.

Berjalan tanpa alas kaki memungkinkan saraf-saraf di telapak kaki menerima informasi sensorik langsung dari lantai ke otak. Hal ini sangat krusial untuk:

  • Membangun kekuatan otot intrinsik kaki.
  • Meningkatkan kesadaran tubuh (proprioception).
  • Membantu pembentukan lengkung kaki secara alami tanpa paksaan.

Sepatu pertama si Kecil seharusnya berfungsi sebagai pelindung, bukan alat penekan atau pembentuk kaki. Jika Mom/Dad memperhatikan cara jalan si Kecil tampak tidak lazim (seperti terlalu sering menjinjit atau kaki mengarah ke dalam secara ekstrem), jangan ragu untuk berkonsultasi di MyKidz. Deteksi dini adalah kunci tumbuh kembang yang optimal.

Selamat mendampingi langkah-langkah kecil si Kecil!

Foto: Caleb Oquendo/Pexels.com

Referensi:

• American Academy of Pediatrics (AAP). Choosing Shoes for Toddlers.

• American Podiatric Medical Association (APMA). Children's Foot Health.

• Staheli, L. T. (1991). Shoes for Children: A Review. Pediatrics.

• Wegener, C., et al. (2011). Effect of children's shoes on gait: a systematic review and meta-analysis. Journal of Foot and Ankle Research.

 

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?