Cara Memuji Tepat agar Anak Tumbuh Pesat

Dipublikasikan: Jumat, 20 Februari 2026

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Candra Widanarko

Editor: Candra Widanarko

MyKidz - Pernahkah Mom/Dad bilang, "Wah, kamu pintar sekali!" saat si Kecil berhasil mengerjakan soal matematika atau memenangkan lomba? Sekilas, pujian ini terdengar positif. Namun, riset psikologi terbaru menunjukkan bahwa memuji kecerdasan bawaan atau hasil akhir justru bisa membuat anak menjadi rapuh dan takut menghadapi tantangan di masa depan.

Untuk membangun mental tangguh dan semangat berkompetisi, kita perlu menanamkan Growth Mindset (pola pikir bertumbuh) yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui kerja keras dan dedikasi.

Mengapa Memuji "Pintar" Bisa Berbahaya?

Ketika kita memuji anak "pintar" atau "berbakat", anak akan merasa bahwa kesuksesan mereka adalah berkat sesuatu yang bersifat tetap (fixed mindset). Akibatnya mereka akan:

  • Takut Gagal: Mereka takut mencoba hal baru karena jika gagal, mereka merasa tidak lagi dianggap "pintar".
  • Mudah Menyerah: Saat menghadapi kesulitan, mereka menganggap diri mereka memang "tidak berbakat" di bidang tersebut.
  • Menghindari Kompetisi: Mereka hanya mau berkompetisi jika yakin akan menang.

Fokus pada Proses (Process Praise)

Kunci strategi memuji adalah mengubah fokus pujian dari hasil ke usaha (effort). Inilah cara memuji yang benar untuk membangun mentalitas tangguh:

Fokus Pujian Contoh Kalimat yang Lebih Baik
Usaha dan Kerja Keras "Bunda bangga melihat kamu terus berlatih meski gerakan tariannya sulit."
Strategi dan Metode "Ayah lihat kamu mencoba berbagai cara untuk menyusun balok ini sampai berhasil. Keren!"
Ketekunan "Kamu tidak menyerah meski tadi sempat salah ya. Itu namanya semangat juara!"
Perkembangan Diri "Lihat, sekarang gambarmu jauh lebih detail dibanding bulan lalu. Kamu hebat sudah belajar terus."

Tetap Memiliki Semangat Berkompetisi

Menghargai proses bukan berarti kita menghilangkan keinginan anak untuk menang. Justru, anak dengan growth mindset memiliki daya saing yang lebih sehat. Mereka melihat kompetisi bukan sebagai ajang pembuktian "siapa yang paling hebat", melainkan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan kemampuan diri.

Jika anak kalah dalam kompetisi, alih-alih berkata "Tidak apa-apa, wasitnya tidak adil," cobalah berkata: "Tadi lawanmu sangat hebat ya? Kira-kira bagian mana yang bisa kita pelajari dari mereka supaya penampilanmu berikutnya lebih baik lagi?"

Tips untuk Mom/Dad di Rumah:

  1. Gunakan Kata "Belum": Saat anak berkata "Aku tidak bisa!", tambahkan kata "Belum". "Kamu belum bisa melakukannya sekarang, tapi dengan latihan, kamu pasti bisa." Pada bagian ini, kita pastikan bahwa anak memang akan bisa melakukannya. 
  2. Ceritakan Kegagalan Anda: Biarkan anak tahu bahwa orang dewasa juga pernah gagal dan harus belajar keras untuk berhasil.
  3. Hargai Tantangan: Berikan apresiasi saat anak memilih tugas yang sulit daripada tugas yang mudah.

Dengan memuji proses, kita memberikan anak "senjata" untuk menghadapi dunia yang kompetitif. Mereka tidak akan hancur saat gagal, melainkan akan bertanya: "Apa yang bisa saya pelajari dari sini?" Inilah fondasi utama bagi anak untuk terus tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Foto: Yan Krukau/Pexels.com

Referensi:

  • Dweck, C. S. (2017). Mindset: Changing the way you think to fulfil your potential. Hachette UK.
  • Gunderson, E. A., et al. (2013). Parent Praise to Toddlers Predicts Fourth Grade Academic Achievement via Children’s Incremental Mindsets. Child Development, 84(5), 1526-1541.
  • Haimovitz, K., & Dweck, C. S. (2016). What Predicts Children’s Fixed and Growth Mindsets? Not Their Parents’ Views of Intelligence but Their Parents’ Views of Failure. Psychological Science, 27(6), 859-869.
  • Mueller, C. M., & Dweck, C. S. (1998). Praise for intelligence can undermine children's motivation and performance. Journal of Personality and Social Psychology, 75(1), 33-52.
  • Stanford University. (2024). The Power of Believing That You Can Improve. Stanford Center for Professional Development.

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?