Namanya Flu Singapura, Virusnya sih di Mana-Mana

Dipublikasikan: Rabu, 18 Februari 2026

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Candra Widanarko

Editor: Candra Widanarko

MyKidz - Di tengah puncak musim hujan bulan Februari ini, selain mewaspadai flu dan demam berdarah, orang tua dan guru perlu memberikan perhatian ekstra pada risiko penyakit tangan, kaki, dan mulut atau HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease). Curah hujan yang tinggi sering kali memaksa anak-anak untuk lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan sekolah atau daycare. Kondisi ruangan tertutup dengan kelembapan tinggi inilah yang menjadi "karpet merah" bagi penyebaran virus penyebab Flu Singapura.

Meskipun umumnya bersifat ringan, HFMD sangat menular melalui sentuhan pada benda-benda yang digunakan bersama di kelas. Memahami gejala dan cara pencegahannya sejak dini adalah kunci agar Si Kecil tetap sehat, nyaman, dan tidak kehilangan momen belajar bersama teman-temannya meski cuaca di luar sedang tidak bersahabat.

Mengenali Gejala HFMD

HFMD disebabkan oleh virus dari kelompok Enterovirus. Gejalanya biasanya muncul secara bertahap:

  1. Demam dan Nyeri Tenggorokan: Sering kali menjadi tanda awal, membuat anak malas makan atau minum.
  2. Sariawan di Mulut: Luka kecil mirip sariawan muncul di lidah, gusi, atau bagian dalam pipi yang terasa nyeri.
  3. Ruam Khas: Muncul bintik-bintik merah atau lepuhan kecil pada telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di area bokong. Ruam ini biasanya tidak gatal, namun bisa terasa sensitif.

Pentingnya Kebersihan Tangan dan Sanitasi

Sekolah adalah tempat di mana benda-benda seperti mainan, gagang pintu, dan peralatan makan dipakai bersama. Mengajarkan anak cara mencuci tangan dengan sabun setelah bermain dan sebelum makan dapat menurunkan risiko penularan secara signifikan. Selain itu, pastikan benda-benda di sekitar anak dibersihkan secara rutin dengan disinfektan.

Penanganan agar Anak Tetap "Tumbuh" dengan Bahagia

Jika Si Kecil terdiagnosis HFMD, langkah utama adalah isolasi mandiri di rumah hingga gejala hilang (biasanya 7-10 hari). Namun, isolasi bukan berarti pertumbuhan sosialnya terhenti:

  • Cukupi Hidrasi: Karena sariawan membuat menelan terasa sakit, berikan minuman dingin, yoghurt, atau es loli buah untuk meredakan nyeri dan mencegah dehidrasi.
  • Tetap Terhubung: Manfaatkan video call singkat dengan teman sekolah atau keluarga agar anak tidak merasa terisolasi secara sosial selama masa pemulihan.
  • Aktivitas Mandiri: Berikan kegiatan seperti mewarnai atau membaca buku untuk menjaga stimulasi kognitif tanpa harus melakukan aktivitas fisik yang berat.

Kapan Boleh Kembali ke Sekolah?

Anak dinyatakan boleh kembali beraktivitas di sekolah jika demam sudah reda selama 24 jam dan semua lepuhan sudah kering. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak di klinik kami untuk mendapatkan surat keterangan sehat demi keamanan bersama di sekolah.

Foto: Kaboompics.com/Pexels.com

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD): Causes, Symptoms, and Prevention. Diambil dari https://www.cdc.gov 
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2022). Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD): Apa yang Perlu Diketahui Orang Tua?. Jakarta: IDAI. 
  • Mayo Clinic. (2024). Hand-foot-and-mouth disease: Diagnosis and Treatment. Rochester: Mayo Foundation for Medical Education and Research. 
  • World Health Organization (WHO). (2023). A Guide to Clinical Management and Public Health Response for Hand, Foot and Mouth Disease. Geneva: WHO Press. 
  • Saguil, A., et al. (2019). Hand-Foot-and-Mouth Disease: Rapid Evidence-Based Review. American Family Physician, 100(7), 408-414. 
     

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?