Puasa dan Rahasia Kesehatan Anak
Dipublikasikan: Kamis, 19 Februari 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Bulan Ramadan adalah momen istimewa untuk menanamkan nilai-nilai spiritual pada anak. Namun, sebagai orang tua, kita perlu memastikan bahwa semangat ibadah ini tetap sejalan dengan kebutuhan nutrisi dan perkembangan fisik mereka.
Secara medis dan psikologis, anak bisa mulai dilatih berpuasa secara bertahap pada usia 6 hingga 7 tahun.
Mengapa? Di usia ini, anak biasanya sudah memiliki cadangan energi yang cukup dan pemahaman kognitif untuk mengerti konsep "menunggu". Namun, perlu diingat bahwa kewajiban puasa secara penuh baru dimulai saat anak mencapai usia baligh. Masa sebelum itu adalah masa latihan (pre-training) tanpa paksaan.
Manfaat Puasa bagi Tubuh Anak
Selain sisi spiritual, puasa yang dilakukan dengan benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak:
- Detoksifikasi Alami: Puasa memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan anak untuk membersihkan diri dari sisa-sisa metabolisme.
- Membentuk Pola Makan Teratur: Anak belajar menghargai makanan dan memahami perbedaan antara rasa lapar asli dengan sekadar keinginan makan karena bosan.
- Melatih Kontrol Diri (Executive Function): Puasa adalah latihan terbaik untuk fungsi eksekutif otak. Anak belajar menunda keinginan (delayed gratification), yang merupakan kunci kesuksesan di masa depan.
- Meningkatkan Kedekatan (Bonding): Momen sahur dan buka puasa bersama meningkatkan kualitas interaksi emosional antara orang tua dan anak.
Bagaimana Cara Melatihnya?
Jangan memaksa anak langsung berpuasa penuh. Gunakan metode bertahap:
- Puasa Setengah Hari: Mulailah dengan berpuasa hingga waktu Zuhur. Jika anak sudah kuat, tingkatkan hingga waktu Asar.
- Puasa "Buka-Tutup": Biarkan anak berpuasa beberapa jam, makan siang, lalu lanjut berpuasa lagi hingga Maghrib.
- Pentingnya Sahur Bergizi: Pastikan sahur mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum) dan protein tinggi agar energi anak bertahan lebih lama.
- Berikan Apresiasi: Berikan pujian atau hadiah kecil atas usaha mereka. Fokuslah pada prosesnya, bukan hanya keberhasilan mencapai waktu Maghrib.
Ide Menu Sahur Padat Nutrisi
Sahur akan terasa menyenangkan jika menggugah selera dan disukai anak-anak. Mom/Dad bisa coba ini:
1. Nasi Goreng "Super" (Energi Tahan Lama)
- Bahan: Nasi (sebaiknya dicampur sedikit nasi merah), telur orak-arik, potongan ayam/daging, dan sayuran cincang halus (wortel/buncis).
- Rahasia Nutrisi: Tambahkan sedikit lemak sehat seperti mentega atau minyak zaitun saat menumis. Lemak membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga anak kenyang lebih lama.
- Kenapa Bagus? Mengandung protein tinggi dan karbohidrat yang cukup untuk aktivitas sekolah.
2. Oatmeal Cokelat Pisang (Serat Tinggi)
- Bahan: Gandum (oat), susu cair, potongan pisang, dan sedikit madu atau bubuk cokelat.
- Rahasia Nutrisi: Oat adalah karbohidrat kompleks dengan serat tinggi yang menjaga kadar gula darah anak tetap stabil selama berjam-jam. Pisang memberikan kalium untuk mencegah kram otot.
- Kenapa Bagus? Teksturnya lembut, cocok untuk anak yang biasanya sulit makan berat saat bangun tidur di waktu sahur.
3. Sandwich Telur Keju (Protein Juara)
- Bahan: Roti gandum utuh (whole wheat), telur mata sapi/dadar, dan satu lembar keju.
- Rahasia Nutrisi: Roti gandum memiliki indeks glikemik rendah. Keju dan telur adalah sumber kalsium dan protein yang sangat padat.
- Kenapa Bagus? Praktis dan bisa dimakan dengan cepat jika waktu sahur hampir habis.
Tips Tambahan Agar Anak Kuat Berpuasa
- Hidrasi "2-4-2": Pastikan anak minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara waktu buka hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur.
- Hindari Minuman Manis Berlebih saat Sahur: Minuman yang terlalu manis (teh manis pekat atau sirup) saat sahur justru membuat anak cepat haus dan memicu "gula darah turun" yang membuat anak lapar lebih cepat di pagi hari.
- Wajib Ada Buah: Berikan minimal satu porsi buah yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, atau pir saat sahur untuk cadangan cairan tubuh.
Kapan Anak Perlu "Libur" Puasa?
Tumbuh kembang anak adalah prioritas. Segera batalkan puasa anak jika:
- Anak tampak sangat lemas atau pucat.
- Muncul tanda dehidrasi (bibir kering, jarang buang air kecil).
- Anak mengalami pusing atau mual yang hebat.
Memperkenalkan puasa pada anak adalah tentang membangun kenangan positif. Pastikan anak merasa bangga atas usahanya dan tetap mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.
Foto: PNW Production/Pexels.com
Referensi:
- American Academy of Pediatrics (AAP). (2025). Nutrition and Fasting in School-Aged Children. Diambil dari https://www.healthychildren.org
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2023). Panduan Puasa bagi Anak. Jakarta: IDAI.
- Kementerian Kesehatan RI. (2024). Tips Sehat Puasa untuk Anak. Direktorat Promosi Kesehatan.
- Mischel, W. (2014). The Marshmallow Test: Mastering Self-Control. Little, Brown Spark.