Tummy Time: Langkah Kecil Demi Kekuatan Besar
Dipublikasikan: Rabu, 11 Februari 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Banyak orang tua merasa khawatir atau tidak tega saat melihat bayi mereka "tengkurap" dan tampak berjuang mengangkat kepala. Padahal, momen yang kita sebut sebagai Tummy Time ini adalah salah satu bentuk stimulasi paling awal dan paling penting bagi tumbuh kembang si Kecil.
Tummy Time adalah sesi singkat di mana bayi diletakkan dalam posisi tengkurap saat mereka sedang terjaga dan dalam pengawasan penuh. Mengapa aktivitas ini begitu ditekankan oleh para ahli pediatri? Mari kita bahas perannya sebagai fondasi motorik kasar anak.
Mengapa Tummy Time Begitu Penting?
Sejak adanya kampanye Back to Sleep (tidur terlentang) untuk mencegah SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak), bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan posisi terlentang. Tanpa Tummy Time, perkembangan otot bagian belakang mereka bisa tertunda.
- Memperkuat Otot Inti (Core Muscles): Saat tengkurap, bayi dipaksa melawan gravitasi untuk mengangkat kepala dan bertumpu pada lengan. Aktivitas ini memperkuat otot leher, bahu, dan punggung atas.
- Fondasi Kemampuan Motorik Kasar: Kekuatan otot leher dan bahu adalah syarat mutlak bagi bayi sebelum mereka bisa meraih kemampuan selanjutnya, seperti berguling, duduk secara mandiri, merangkak, hingga akhirnya berjalan.
- Mencegah Kepala Peyang (Plagiocephaly): Menghabiskan waktu dengan posisi tengkurap mengurangi tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala bayi yang masih lunak, sehingga membantu bentuk kepala tetap bulat sempurna.
- Stimulasi Sensorik dan Visual: Posisi ini memberikan sudut pandang berbeda bagi bayi untuk melihat dunia, yang secara tidak langsung menstimulasi koordinasi mata dan tangan.
Panduan Tummy Time Sesuai Usia
| Usia Bayi | Durasi & Frekuensi | Tips Stimulasi |
| Baru lahir (newborn) | 2-5 menit, 2-3 kali sehari | Lakukan chest-to-chest (tengkurap di dada Mom/Dad) agar bayi merasa aman. |
| 1-2 bulan | Total 15-30 menit sehari | Lakukan di atas matras datar. Gunakan mainan berwarna kontras untuk menarik perhatiannya. |
| 3 - 4 bulan | Total 60 - 90 menit sehari | Bayi mulai bisa bertumpu pada siku. Gunakan cermin lantai agar ia bisa melihat bayangannya sendiri. |
| 5 - 6 bulan | Sampai bayi bisa berguling sendiri | Bayi akan mulai "berenang" dengan tangan dan kaki, bersiap untuk merangkak. |
Tips Mengatasi Bayi yang Menangis Saat Tummy Time
Wajar jika si Kecil merasa frustrasi karena aktivitas ini melelahkan bagi mereka. Mom/Dad bisa mencoba:
- Turun ke Lantai: Pastikan wajah Anda sejajar dengan bayi agar ia tahu Anda ada di sana.
- Gunakan Alat Bantu: Letakkan gulungan handuk kecil di bawah ketiak bayi untuk membantunya mengangkat dada pada tahap awal.
- Singkat tapi Sering: Lebih baik melakukan 3 menit sebanyak 5 kali daripada memaksa 15 menit sekaligus saat bayi menangis.
Tummy Time adalah investasi pertama bagi kemandirian fisik anak. Dengan memberikan stimulasi yang tepat sejak dini, Mom/Dad sedang memberikan "alat" yang dibutuhkan si Kecil untuk menjelajahi dunianya dengan tangguh.
Foto: Orange Ocean/Pexels.com
Referensi:
- American Academy of Pediatrics (AAP). (2024). Back to Sleep, Tummy to Play. Diambil dari https://www.healthychildren.org
- Hewitt, L., et al. (2020). Tummy Time and Infant Health Outcomes: A Systematic Review. Pediatrics, 145(6).
- Mayo Clinic. (2025). Infant Development: Birth to 3 Months. Rochester: Mayo Foundation for Medical Education and Research.
- World Health Organization (WHO). (2019). Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age. Geneva: WHO Press.