20 Maret – Hari Mendongeng Sedunia: 9 Manfaat Mendongeng dan Tips Mendongeng
Dipublikasikan: Kamis, 20 Maret 2025
Waktu membaca: 3 menit
Klinik MyKidz – Berawal pada tahun 1991, masyarakat Swedia merayakan Alla Berattares Dag (Hari Semua Pendongeng), tak lama kemudian seluruh dunia pun mengikutinya.
Pada tahun 1997, perayaan ini menyebar ke Australia dan Amerika Latin, berikutnya ke seluruh Skandinavia pada tahun 2002. Tahun 2009 menandai pertama kalinya perayaan ini dirayakan di seluruh enam benua.
Kini Hari Mendongeng Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Maret. Tujuannya untuk merayakan seni mendongeng lisan, dengan sebanyak mungkin orang di seluruh dunia, baik pendengar maupun pendongeng.
Apakah Mama-Papa suka mendongeng untuk buah hati? Mendongeng bisa menjadi alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menarik.
Dalam pendidikan anak usia dini, mendongeng memainkan peran penting dengan mendorong kreativitas, meningkatkan perkembangan bahasa, dan membangun kecerdasan emosional pada anak usia dini.
Melalui cerita atau dongeng, anak-anak diperkenalkan pada kosakata baru, berbagai perspektif, dan pelajaran hidup yang penting.
Berikut ini 7 manfaat mendongeng bagi perkembangan anak usia dini.
1. Meningkatkan keterampilan berbahasa.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Early Childhood Education Journal menemukan, mendongeng memiliki dampak positif terhadap perkembangan bahasa.
Mendengarkan cerita/dongeng secara teratur dapat memperkenalkan anak-anak pada kosakata baru sehingga semakin memperkaya kosakata mereka. Pemahaman mereka terhadap bahasa juga meningkat.
Selain itu, mendengarkan cerita juga meningkatkan kesadaran fonemik mereka yang merupakan konsep dasar untuk membaca dan menulis.
2. Merangsang kreativitas dan imajinasi, meningkatkan rasa ingin tahu.
Kisah yang dinarasikan dengan baik akan membawa pendengarnya ke berbagai belahan dunia, baik yang nyata maupun yang mistis. Kisah dengan unsur fantasi dan sihir membantu meningkatkan imajinasi dan pemikiran kreatif para pendengar.
Melalui cerita, anak-anak belajar menggunakan imajinasi mereka untuk memvisualisasikan kejadian dan karakter dalam cerita yang sedang berlangsung.
Proses imajinatif ini penting untuk berpikir kreatif, karena mendorong anak-anak untuk menghasilkan ide dan solusi sendiri. Ini membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka, meningkatkan perkembangan kognitif.
Meningkatkan rasa ingin tahu anak dapat dilakukan dengan menjeda cerita ketika cerita mulai menarik. Si kecil jadi penasaran sehingga membuatnya bertanya atau malah menebak-nebak lanjutan ceritanya. Dari sini, anak belajar berani bertanya dan mengungkapkan dirinya.
3. Meningkatkan konsentrasi dan memori.
Struktur cerita yang memiliki awal, tengah, dan akhir, dapat membuat peristiwa dan karakter utama lebih berkesan.
Anak-anak belajar menghubungkan peristiwa tertentu ke dalam suatu rangkaian. Ini meningkatkan kemampuan mengingat. Adanya keterlibatan emosional dengan cerita semakin meningkatkan daya ingat.
Untuk menikmati cerita secara menyeluruh, seseorang harus memperhatikan narator agar tidak ada yang terlewat. Hal ini membantu meningkatkan rentang perhatian dan daya konsentrasi anak, selain juga dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan anak.
4. Mengasah kecerdasan emosional.
Cerita, bahkan yang ditujukan untuk anak-anak, sering kali melibatkan karakter yang menghadapi tantangan, membuat pilihan, dan mengalami perbedaan emosi. Ini memungkinkan anak untuk berempati dengan karakter tersebut.
Melalui cerita/dongeng, si kecil belajar untuk memahami perasaan orang lain dan menempatkan diri pada posisi orang lain. Ini membuatnya jadi lebih berempati terhadap orang lain dan peka terhadap kebutuhan mereka.
Kecerdasan emosional adalah kunci kesuksesan di berbagai tahap kehidupan manusia. Pengembangan kecerdasan emosional mengacu pada kesadaran dan kendali atas emosi dan ekspresi seseorang. Cerita/dongeng dapat membantu anak mencapainya dengan cara yang sederhana tapi indah.
Sebuah tinjauan sistematis menemukan, bercerita memberikan dampak positif terhadap pembentukan ketahanan pada anak-anak.
Cerita memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi berbagai sudut pandang dan mengatasi berbagai tantangan yang ada, yang membantu meningkatkan ketahanan mereka.
5. Mendorong pemecahan masalah.
Cerita sering kali menggambarkan karakter yang menghadapi tantangan dan mengharuskan mereka mengatasi rintangan atau memecahkan masalah.
Dengan terlibat dalam cerita-cerita macam ini, anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif saat mereka mencari tahu bagaimana karakter tersebut dapat memecahkan masalah.
Proses ini membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka sendiri dan bagaimana keputusan yang berbeda dapat memengaruhi hasil alur cerita.
6. Menurunkan stres dan kecemasan.
Cerita/dongeng tidak hanya menghibur, tetapi juga memikat anak karena membawa anak ke dunia yang berbeda dalam dunia khayalan.
Mendengarkan cerita yang menyenangkan dan mengalami keajaiban serta fantasi dalam pikiran mereka dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada anak-anak.
7. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Anak-anak bukan hanya suka mendengarkan cerita, tetapi juga senang bercerita. Ini akan meningkatkan keterampilannya berkomunikasi.
Bercerita dengan gambar merupakan kegiatan menarik. Berikan beberapa gambar pada si kecil, lalu minta ia menyusun gambar-gambar tersebut untuk menghasilkan sebuah cerita.
Aktivitas ini membantu anak mengembangkan komunikasi kreatif, memproses isyarat visual, dan menggunakan informasi yang ditafsirkan untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
Bukan tak mungkin, dari sini anak terinspirasi untuk suatu hari hari menuliskan cerita mereka sendiri atau menjadi pendongeng.
8. Memperkenalkan budaya, nilai, dan moral baru.
Cerita dapat digunakan untuk menjaga anak-anak tetap terhubung dengan akar budaya mereka dan membuat mereka memahami sejarah dan tradisi mereka sendiri.
Selain itu, mendengarkan cerita dari berbagai budaya dapat membantu anak-anak mengembangkan apresiasi terhadap keberagaman dan memperluas pengetahuan budaya mereka.
Bergantung pada isi cerita, anak-anak juga dapat mempelajari berbagai nilai dan pelajaran moral. Kejujuran, kebenaran, kesetiaan, rasa terima kasih, dan banyak sifat lainnya dapat tertanam dalam diri anak melalui cerita yang menarik.
9. Memperkuat ikatan orangtua-anak.
Sesi bercerita/mendongeng menciptakan momen menyenangkan bagi anak dan orangtua untuk terhubung dan menikmati waktu berkualitas bersama. Tentunya ini akan membuat ikatan emosional anak-orangtua menjadi semakin kuat.
Tips mendongeng agar manfaatnya didapat.
- Pilih cerita yang sesuai dengan usia anak, sebuah cerita sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami anak usia dini.
- Tema cerita disesuaikan dengan minat anak sehingga anak tertarik dan fokus mendengarkan.
- Pastikan panjang cerita dapat diatur, terutama bagi balita, untuk tetap menjaga perhatian mereka.
- Manfaatkan alat peraga, seperti boneka, figur superhero, hewan mainan, dan lainnya. Alat peraga dapat membantu anak memvisualisasikan karakter dan lingkungan dengan lebih mudah.
- Gunakan nada suara dan bahasa tubuh yang bervariasi. Ini akan membantu anak-anak memahami perasaan tokoh dan suasana lingkungan secara keseluruhan.
- Mengulang-ulang frasa atau bagian cerita untuk membantu anak-anak menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan lebih mudah mengingat kata-kata. Misalnya, “Si Kancil sangat cerdik, selalu cerdik, dan selalu berhasil.” Atau, "Setiap kali Si Kancil bertemu dengan Buaya, dia selalu punya cara untuk meloloskan diri."
- Mendorong interaksi dan partisipasi dengan membiarkan anak mengulang dialog, menirukan suara, dan memerankan sendiri bagian-bagian cerita. Hal ini dapat membuat bercerita lebih menyenangkan dan kolaboratif.
- Ciptakan ruang yang nyaman dan singkirkan potensi gangguan agar anak dapat tetap fokus dan terlibat. Ini bisa berarti menyingkirkan perangkat elektronik atau mainan apa pun dan memilih ruang yang tenang serta nyaman agar anak mereka merasa rileks. (*)
Sumber: