Yoga Ternyata Efektif sebagai Terapi Tambahan untuk Anak dengan Gangguan Perkembangan Saraf
Dipublikasikan: Jumat, 26 Juni 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Gangguan perkembangan saraf seperti ADHD dan autisme, serta masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak-anak dan remaja belakangan ini menjadi perhatian serius.
Pasca pandemi, jumlah diagnosis kasus autisme meningkat karena naiknya kesadaran orangtua, akses skrining yang kembali normal, dan perluasan layanan diagnostik. Adapun gangguan kesehatan mental saat ini meningkat akibat paparan media sosial yang berlebihan, tekanan akademik, hingga gaya hidup digital yang mengurangi interaksi sosial.
Namun Mama-Papa tahu enggak, riset menunjukkan bahwa yoga bisa menjadi terapi pelengkap yang efektif untuk meredakan gejala gangguan kesehatan tersebut. Mengapa bisa begitu?
Latihan pikiran dan tubuh asal India kuno ini memang bermanfaat bagi kesehatan fisik, mental, kognitif, dan spiritual. Saat beryoga, kita diajak fokus pada teknik pernapasan, pose tubuh, kepekaan emosi, dan meditasi. Aktivitas ini ternyata bukan hanya bermanfaat untuk orang dewasa, tetapi juga untuk tumbuh kembang anak.
Riset menunjukkan, latihan pernapasan dalam sebelum ujian bisa mengurangi kecemasan dan pada akhirnya meningkatkan nilai murid SD. Bagi anak-anak pada umumnya, yoga ampuh meredakan kecemasan dan depresi, serta meningkatkan kesehatan fisik, mental, kendali emosi, dan kesadaran diri.
Manfaat Yoga bagi Anak
Program berbasis mindfulness (seperti meditasi dan pengenalan tubuh) juga terbukti mendukung tumbuh kembang anak TK. Hal ini meningkatkan kemampuan visual mereka, mengurangi perilaku menyimpang, serta mendongkrak rasa percaya diri dan keterampilan sosial anak.
Buat anak berkebutuhan khusus, yoga juga membawa banyak kebaikan, misalnya:
• Bagi anak ADHD, yoga membantu meningkatkan fokus dan kemampuan bersosialisasi.
• Pada anak dengan asma, yoga mengurangi stres sekaligus meningkatkan fungsi paru-paru.
• Untuk anak penyandang autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD), kombinasi yoga dan relaksasi efektif memperbaiki perilaku anak usia 3–16 tahun.
Secara keseluruhan, yoga sangat baik digunakan sebagai terapi tambahan untuk anak-anak yang mengalami gangguan tidur, depresi, hingga ADHD. Sedangkan secara spesifik, manfaat yoga untuk anak antara lain:
• Mengurangi Stres, Kecemasan, dan Melatih Mindfulness. Anak-anak atau balita yang sehat pasti sering bergerak tanpa henti. Yoga mengajak mereka untuk melambat dan fokus pada apa yang sedang dilakukan saat ini.
Dengan memusatkan perhatian pada napas dan postur, pikiran anak akan teralihkan dari rasa cemas atau khawatir akan rutinitas harian mereka. Latihan napas dalam sebelum beraktivitas bahkan terbukti bisa menurunkan kecemasan dan meningkatkan kemampuan mereka.
• Meningkatkan Konsentrasi dan Rentang Perhatian. Mempelajari gerakan atau pose baru yang tidak biasa itu butuh pemikiran dan fokus yang tinggi bagi anak. Melalui yoga, si kecil belajar memahami apa yang sedang dilakukan oleh tubuh mereka. Hal ini secara tidak langsung memperpanjang rentang perhatian (attention span) anak dalam menyelesaikan suatu tugas.
• Melatih Koordinasi dan Keseimbangan Tubuh. Pose-pose yoga melatih kekuatan otot dengan berbagai cara, baik dalam posisi berdiri, duduk, maupun berbaring. Gerakan yang dilakukan secara perlahan membuat anak belajar mengoordinasikan tubuhnya sesuai kecepatan mereka sendiri. Hal ini membuat anak lebih sadar akan fungsi dan pergerakan tubuh mereka.
• Membantu Regulasi Emosi dan Menenangkan Pikiran. Yoga memberikan ruang bagi anak untuk merasakan ketenangan fisik dan mental. Di momen tenang ini, Mama-Papa bisa memanfaatkannya dengan memberikan pertanyaan sederhana seperti, "Bagaimana rasanya setelah cobra pose tadi?". Cara ini melatih mereka mengekspresikan emosi dan menjaga pikiran tetap tenang.
• Membangun Rasa Percaya Diri (Self-Esteem). Di dalam kelas yoga, anak-anak mendapat kesempatan langka untuk bermain dan fokus tanpa takut berbuat salah. Saat mereka berhasil menguasai sebuah pose baru yang sulit berkat kerja kerasnya sendiri, rasa percaya dirinya meningkat. Mereka juga respek pada kemampuan diri mereka.
• Meredakan Gejala Anak dengan ADHD. Bagi anak yang berjuang dengan ADHD, Asosiasi Dokter Anak Amerika (American Academy of Pediatric/AAP) merekomendasikan yoga sebagai terapi yang aman dan efektif. Latihan rutin dapat memperbaiki gejala inti ADHD seperti kurang fokus, hiperaktif, impulsif, serta cemas, yang pada akhirnya membantu menaikkan keterampilan mereka.
• Membantu Anak dengan Autisme. Riset menyimpulkan bahwa program yoga harian memberikan dampak positif yang signifikan pada perilaku anak penyandang autisme. Gerakan yoga membantu mereka menjadi jauh lebih tenang, mengurangi kecemasan, meminimalkan penarikan diri dari lingkungan sosial, serta menurunkan tingkat agresi.
Nah, selain manfaat secara spesifik tersebut, secara keseluruhan yoga juga meningkatkan kesehatan fisik. Selain melatih kekuatan dan kelenturan otot, menurut AAP, yoga juga membawa manfaat kesehatan organ dalam yang tidak terduga. Di antaranya adalah merangsang sistem pencernaan, mengatur hormon dan gula darah, mengatasi sembelit, serta meringankan gejala gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Selain itu, karena yoga membantu meningkatkan fokus, anak-anak yang rutin berlatih cenderung menunjukkan performa akademis yang lebih baik di sekolah. Yoga melatih kontrol kognitif atau fungsi eksekutif, yang sangat penting untuk melatih kreativitas, fleksibilitas berpikir, disiplin, dan menahan diri dari tindakan impulsif pada anak.
Di atas semua itu, keuntungan latihan yoga itu adalah kepraktisannya. Olahraga ini bisa dilakukan di mana saja secara fleksibel, tanpa perlu alat-alat mahal atau instruktur pribadi. Jadi jika tidak bisa mengikuti kelas yoga untuk anak, Mama-Papa juga bisa latihan yoga di rumah sebagai bagian dari rutinitas sehat keluarga yang menyenangkan!
Referensi:
1. Sciencedirect.com
2. Researchgate.net
3. Naturebaby.co.nz
4. Parents.com