Jaga-jaga Mam, Ini Penyakit Setelah Liburan yang Biasa Dialami Anak!
Dipublikasikan: Jumat, 19 Juni 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Masa kembali ke sekolah selalu jadi momen yang sibuk bagi orang tua. Kita sibuk menyiapkan perlengkapan sekolah, tas atau sepatu baru, hingga tumbler dan lunchbox baru. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: penyakit setelah liburan.
Perlu Mama-Papa ingat, ruang kelas yang ramai bisa jadi tempat ideal bagi penyebaran kuman. Siap-siap saja kalau si kecil langsung jatuh sakit begitu sekolah dimulai. Risiko infeksi memang lebih tinggi di minggu-minggu pertama sekolah.
Sebenarnya, wajar jika anak usia prasekolah atau SD awal sering tertular penyakit. Rata-rata, mereka bisa mengalami batuk-pilek enam sampai delapan kali dalam setahun. Setelah liburan, imun tubuh mereka memang cenderung melemah.
Di rumah mereka hanya berinteraksi dengan keluarga, tetapi di sekolah mereka mendadak bertemu ratusan anak lain yang masing-masing membawa virus dari tempat liburan. Belum lagi jika pola tidur dan makan berantakan selama liburan, kekebalan tubuh bisa menurun sementara waktu.
Penyakit-penyakit ini umumnya menular lewat tiga cara: cipratan cairan saat batuk atau bersin (respiratory droplets), kontak langsung seperti bersalaman, atau kontak tidak langsung saat menyentuh mainan dan gagang pintu yang terkena kuman.
Penyakit Setelah Liburan
Nah, jika anak terpapar kuman selama liburan sehingga tumbang saatnya masuk sekolah, kemungkinan besar mereka terkena penyakit-penyakit ini:
1. Batuk Pilek (Common Cold)
Common cold atau selesma (batuk pilek biasa) merupakan infeksi virus ringan di saluran pernapasan bagian atas. Gejalanya meliputi hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam ringan. Namun, penyakit ini menjadi penyebab utama yang membuat anak tidak enak badan.
2. Influenza (Flu)
Flu berbeda dengan batuk pilek biasa karena gejalanya cenderung lebih berat. Flu musiman disebabkan oleh virus influenza A dan influenza B, dan dapat menular lewat udara maupun sentuhan. Selain demam, batuk, dan sakit kepala, flu pada anak sering kali disertai lemas, pegal-pegal, muntah, atau diare.
3. Radang Tenggorokan (Strep Throat)
Ini juga penyakit setelah liburan yang sering terjadi. Berbeda dengan flu, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini paling sering menyerang anak usia 5 hingga 15 tahun. Gejala khasnya adalah sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, demam, serta amandel yang membesar. Kadang, muncul juga bercak putih atau kuning.
4. Flu Perut (Gastroenteritis)
Orang awam sering menyebutnya diare, muntaber, atau infeksi lambung. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh virus, terutama Norovirus, yang sangat mudah menular di area sekolah. Jika si kecil tertular, gejala yang muncul biasanya mual, muntah, diare, kram perut, dan demam. Kuman ini biasanya menyebar karena anak tidak mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet.
5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Saat liburan, anak-anak sering kurang minum air putih hingga mengalami dehidrasi. Mereka juga sering menahan buang air kecil karena aktivitas yang terlalu padat, ditambah banyak mengonsumsi makanan manis. Kebiasaan ini membuat bakteri pemicu Infeksi Saluran Kemih tumbuh subur. Segera bawa si kecil ke dokter jika ia mengeluhkan nyeri atau rasa seperti terbakar saat buang air kecil, sakit perut bagian bawah, atau anyang-anyangan.
6. Demam
Jika anak demam setelah pulang dari luar negeri, bisa jadi mereka tertular penyakit di sana. Meski sebagian besar penyebab demamnya mirip dengan penyakit rumahan, seperti flu, radang tenggorokan, atau diare, dokter tetap perlu memeriksa anak secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan anak tidak tertular penyakit khas tertentu, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Hepatitis A, Tifus (Tifoid), atau Demam Kuning (Yellow Fever).
Yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Meskipun tidak mungkin mencegah setiap penyakit yang muncul saat kembali ke sekolah, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Mama-Papa lakukan untuk mengurangi risiko anak terkena penyakit setelah liburan, antara lain:
• Mengingatkan anak untuk selalu mencuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan, serta setelah batuk, bersin, atau menyeka hidung.
• Mengelola gejala penyakit dengan aman. Obat-obatan sederhana seperti parasetamol untuk demam atau tetes saline hidung cukup aman digunakan pada anak-anak jika dosis diikuti dengan hati-hati.
• Membangun kembali rutinitas yang sehat di rumah. Setelah liburan, terkadang anak butuh waktu untuk mengatur ulang jadwal tidur dan pola makan mereka. Siapkan buah-buahan, sayuran, dan protein untuk mendukung kekebalan tubuh yang lebih kuat dan membantu tubuh pulih lebih cepat dari pilek dan flu.
• Ketahui kapan aman untuk kembali ke sekolah. Penyakit paling mudah menular pada beberapa hari pertama sakit. Biarkan anak beristirahat di rumah untuk memulihkan fisiknya sekaligus mencegah teman sekelas tertular. Sebelum masuk sekolah lagi, pastikan mereka sudah bebas demam setidaknya selama 24 jam tanpa obat penurun demam, dengan energi dan nafsu makan yang sudah kembali normal.
• Konsultasikan dengan dokter jika kondisi anak tidak kunjung membaik, atau untuk memastikan bahwa anak sudah cukup sehat agar bisa melanjutkan aktivitas di sekolah.
Melihat anak sakit memang bikin cemas ya, Mam-Pap. Namun, ingatlah bahwa fase ini adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang mereka untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.
Referensi:
1. ihealthlabs.com
2. Sbcc.sg
3. Childrens.com
4. Aboutkidshealth.ca