Nutrisi Otak: 9 Makanan Terbaik untuk Kecerdasan

Dipublikasikan: Senin, 17 Maret 2025

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Julie

Editor: Julie

 

Klinik MyKidz – Hampir bisa dipastikan, setiap orangtua menginginkan anak-anaknya bukan hanya tumbuh sehat, tetapi juga cerdas.

Salah satu yang penting bagi tumbuh kembang otak yang optimal adalah asupan nutrisi.

Memasukkan makanan yang tepat ke dalam menu harian anak dapat meningkatkan fungsi kognitif, daya ingat, dan konsentrasinya.

Melansir Time of Hindia (7/1/2024) dan Kidsville Pediatrics (29/8/2024), berikut ini 9 jenis makanan terbaik untuk perkembangan otak buah hati.

 

1 | Ikan berlemak.

Asam lemak omega-3, khususnya DHA (asam docosahexaenoic), sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otak.

Asam lemak ini banyak terdapat pada ikan berlemak, seperti salmon, mackerel, dan trout.

DHA merupakan komponen penting membran sel otak dan mendukung pertumbuhan neuron, blok pembangun sistem saraf.

Menyertakan ikan dalam makanan si kecil setidaknya dua kali seminggu dapat memberikan dosis omega-3 yang sehat yang membantu perkembangan kognitif.

 

2 | Telur

Telur sering disebut sebagai multivitamin alami karena mengandung berbagai macam nutrisi yang penting untuk kesehatan otak.

Telur sangat kaya akan vitamin B12, kolin, dan selenium, yang berperan penting dalam memori, kognisi, dan fungsi otak secara keseluruhan.

Vitamin B12 sangat penting untuk kesehatan neurologis, sedangkan selenium mendukung koordinasi, memori, dan fungsi kognitif.

Kolin berperan penting dalam pembentukan asetilkolin, neurotransmiter yang penting untuk memori dan pembelajaran, serta pengaturan suasana hati. Kuning telur merupakan sumber kolin yang sangat baik.

Asupan kolin yang cukup selama tahun-tahun awal kehidupan berkaitan dengan hasil kognitif yang lebih baik.

Telur juga mengandung protein yang membantu sintesis neurotransmiter dan mendukung fungsi otak secara keseluruhan.

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang secara teratur mengonsumsi telur memiliki memori dan kinerja kognitif yang lebih baik.

 

3 | Buah beri.

Buah beri, seperti blueberry, stroberi, blackberry, dan raspberry mengandung antosianin—antioksidan kuat yang membantu melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan, serta meningkatkan aliran darah.

Buah mungil ini juga kaya akan vitamin, khususnya vitamin C, yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

Antioksidan dalam buah beri telah dikaitkan dengan peningkatan kinerja kognitif, sehingga menjadikannya camilan yang sangat baik untuk kesehatan otak si kecil.

Dalam satu penelitian, anak-anak yang mengonsumsi smoothie yang kaya akan buah beri memiliki hasil yang lebih baik dalam tes daya ingat dan perhatian.

Penelitian lain menemukan, konsumsi blueberry secara teratur meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif pada anak-anak.

 

Buah-buahan ini kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, yang berperan penting dalam melindungi otak dari stres oksidatif.
Buah-buahan ini kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, yang berperan penting dalam melindungi otak dari stres oksidatif. (Freepik)

 

4 | Buah Sitrus

Buah sitrus, seperti jeruk, jeruk bali, dan lemon merupakan sumber flavonoid yang berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif dan daya ingat.

Buah-buahan ini kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, yang berperan penting dalam melindungi otak dari stres oksidatif.

Sebuah penelitian menemukan, anak-anak yang mengonsumsi jus jeruk menunjukkan peningkatan kinerja kognitif dan aliran darah ke otak.

Penelitian lain yang melibatkan anak-anak yang lebih besar mengungkapkan, konsumsi buah sitrus secara teratur berkaitan dengan daya ingat yang lebih baik.

 

5 | Sayuran berdaun hijau.

Bayam, kale, dan brokoli adalah contoh jenis sayuran berdaun hijau yang kaya akan vitamin dan mineral penting untuk kesehatan otak.

Sayuran ini merupakan sumber folat yang sangat baik, yaitu vitamin B yang berperan penting dalam perkembangan dan fungsi kognitif.

Selain itu, sayuran ini mengandung antioksidan dan vitamin K yang mendukung pemeliharaan dan perkembangan sel otak.

 

6 | Biji-bijian utuh.

Biji-bijian utuh, seperti beras merah, quinoa, dan gandum, kaya akan karbohidrat kompleks, yang merupakan sumber energi utama bagi otak.

Biji-bijian ini juga mengandung serat yang menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan energi berkelanjutan sepanjang hari.

Selain itu, biji-bijian utuh merupakan sumber vitamin B yang baik, termasuk B6, B12, dan asam folat, yang berperan penting dalam fungsi dan perkembangan otak.

 

7 | Kacang-kacangan dan biji-bijian.

Kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk kacang almond, kenari, kacang mete, biji chia, dan biji rami, penuh dengan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

Kacang-kacangan dan biji-bijian ini kaya akan asam lemak omega-3, antioksidan, dan vitamin E yang melindungi otak dari stres oksidatif.

Makanan ringan ini menyediakan dosis asam lemak esensial yang sehat dan praktis dikonsumsi saat bepergian atau sebagai camilan sehat di antara waktu makan utama.

Sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak usia sekolah menemukan, mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur memiliki penalaran verbal dan kinerja kognitif yang lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, anak-anak yang mengonsumsi kacang-kacangan memiliki waktu reaksi yang lebih cepat dan berprestasi lebih baik dalam tes memori.

 

8 | Cokelat hitam (dark chocolate) dan produk kakao.

Makanan ringan ini kaya akan flavonoid, yang telah terbukti meningkatkan fungsi otak dengan cara meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan kinerja kognitif.

Penelitian menunjukkan, mengonsumsi cokelat hitam atau produk kakao dapat meningkatkan daya ingat dan mengurangi kelelahan mental.

Sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak usia sekolah menemukan, mereka yang mengonsumsi minuman kakao kaya flavonoid memiliki hasil yang lebih baik pada tes kognitif dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Flavonoid dalam cokelat hitam dapat melewati sawar darah-otak, yang secara langsung memengaruhi area otak yang bertanggung jawab atas daya ingat dan perhatian.

 

9 | Susu dan produk olahannya.

Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang sangat baik. Kedua zat gizi ini bukan hanya penting untuk perkembangan kognitif, tetapi juga bagi kesehatan tulang.

Vitamin D, khususnya, telah dikaitkan dengan fungsi kognitif. Asupan vitamin D yang cukup sangat penting selama tahun-tahun pembentukan.

Pilih yoghurt rendah lemak atau yoghurt Yunani untuk protein dan probiotik tambahan, yang mendukung kesehatan usus dan secara tak langsung memengaruhi fungsi otak. (*)

 

 

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?