Tas Sekolah si Kecil dan Risiko Skoliosis

Dipublikasikan: Jumat, 6 Februari 2026

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Candra Widanarko

Editor: Candra Widanarko

MyKidz - Pagi hari di depan gerbang sekolah, kita sering melihat pemandangan yang hampir serupa: anak-anak sekolah dasar (SD) yang tampak "tenggelam" di balik tas ransel mereka yang besar dan menggembung. Di dalamnya ada buku teks tebal, botol minum berukuran literan, bekal, hingga perlengkapan ekstrakurikuler. Namun, tahukah Mom/Dad bahwa beban yang tampaknya sepele ini bisa menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan tulang belakang si Kecil?

Beban Tas dan Kesehatan Tulang Belakang

Masa SD (usia 6-12 tahun) adalah periode emas pertumbuhan tulang. Pada fase ini, tulang belakang anak masih sangat fleksibel dan sedang dalam tahap pengerasan (osifikasi). Memaksa bahu kecil mereka menopang beban berlebih setiap hari selama bertahun-tahun dapat menyebabkan perubahan postur secara permanen.

Salah satu kekhawatiran terbesar orang tua adalah Skoliosis, yaitu kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf "S" atau "C". Meski sebagian besar kasus skoliosis bersifat idiopatik (penyebabnya tidak diketahui pasti), beban tas yang tidak seimbang atau terlalu berat dapat memperburuk kelainan postur, menyebabkan nyeri punggung kronis, dan membuat bahu terlihat tidak simetris.

Berapa Berat Maksimal Tas Anak?

Para ahli ortopedi dan pediatri di seluruh dunia telah menyepakati sebuah angka aman sebagai panduan bagi orang tua. Berdasarkan riset, berat tas ransel anak tidak boleh melebihi 10 persen hingga 15

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?