Sulit Fokus? Mungkin Anak Kurang Air

Dipublikasikan: Senin, 12 Januari 2026

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Candra Widanarko

Editor: Candra Widanarko

MyKidz - Pernahkah Mom melihat si Kecil pulang sekolah dengan wajah sangat lesu, padahal ia tidak sedang sakit? Atau mungkin belakangan ini guru di sekolah melaporkan bahwa si Kecil tampak sulit fokus dan sering melamun saat pelajaran berlangsung?

Sebelum kita menyimpulkan adanya masalah belajar yang serius, ada satu hal sederhana yang sering terabaikan: asupan air putih. Kadang, penurunan performa akademis anak bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kondisi yang disebut sebagai dehidrasi tersembunyi.

Mengapa Otak Sangat Butuh Air?

Tahukah Mom & Dad bahwa sekitar 75 persen hingga 80% organ otak manusia terdiri dari air? Air bukan sekadar penghilang dahaga; ia adalah alat transportasi utama bagi nutrisi dan oksigen menuju otak.

Ketika tubuh kekurangan cairan, bahkan hanya sebanyak 1% hingga 2%, proses transmisi sinyal antar sel saraf di otak akan melambat. Ibarat sebuah komputer yang kepanasan (overheat), otak yang dehidrasi tidak bisa memproses informasi dengan cepat, sehingga daya ingat jangka pendek anak pun terganggu.

Tanda-Tanda "Tersembunyi" Anak Kurang Cairan

Banyak orang tua mengira tanda dehidrasi hanyalah rasa haus atau bibir pecah-pecah. Faktanya, pada anak-anak, rasa haus sering kali merupakan tanda terakhir yang muncul. Sering kali, tubuh mereka sudah memberikan sinyal dalam bentuk gangguan fungsi kognitif jauh sebelum mereka mengeluh haus.

Berikut adalah tanda dehidrasi tersembunyi yang harus kita waspadai:

  • Sulit Berkonsentrasi: Anak tampak kesulitan mengikuti instruksi sederhana atau sering salah saat menyalin tulisan dari papan tulis.
  • Cepat Lelah & Mengantuk: Meskipun sudah tidur cukup, anak tampak tidak bertenaga. Hal ini terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang lebih kental akibat kurang cairan.
  • Sakit Kepala Ringan: Sering mengeluh pusing di siang atau sore hari setelah beraktivitas di sekolah.
  • Perubahan Mood (Mudah Marah): Kurang cairan membuat otak stres, yang berdampak pada kontrol emosi anak. Si Kecil jadi lebih mudah rewel atau tersinggung.

Hubungan Cairan dengan Nilai di Sekolah

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang minum air putih secara teratur sebelum dan selama jam pelajaran memiliki skor tes daya ingat dan fokus yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang jarang minum.

Air membantu menjaga volume darah tetap stabil, sehingga otak mendapatkan pasokan energi yang konstan untuk mengingat kosakata baru, rumus matematika, hingga instruksi guru. Tanpa cairan yang cukup, anak akan merasa "berkabut" (brain fog), yang membuatnya harus berjuang lebih keras hanya untuk memahami satu kalimat.

Tips Menjaga Hidrasi si Kecil

Menyuruh anak minum air putih memang gampang-gampang susah. Berikut adalah strategi praktis yang bisa dicoba:

  • Botol Minum Transparan: Gunakan botol yang memiliki penanda waktu atau volume. Ini membantu Mom dan si Kecil memantau berapa banyak air yang sudah diminum hingga siang hari.
  • Ritual "Gelas Pintar": Biasakan anak minum satu gelas air putih segera setelah bangun tidur dan sebelum berangkat sekolah untuk "menyalakan" mesin otaknya.
  • Cairan dari Makanan: Kebutuhan cairan bisa didapat tidak hanya dari botol minumnya. Bisa juga dari makanan yang diasup. Sertakan buah-buahan tinggi air dalam bekalnya, seperti semangka, jeruk, atau melon sebagai tambahan hidrasi.
  • Edukasi Warna Urine: Ajarkan si Kecil bahwa warna urine yang sehat adalah kuning bening. Jika warnanya kuning pekat, itu tandanya otak mereka sedang "kehausan".

Kesehatan kognitif anak dimulai dari gelas airnya. Sebelum memberikan suplemen vitamin otak yang mahal, pastikan kebutuhan paling dasarnya, yaitu air putih, terpenuhi dengan baik. Di MyKidz, kami percaya bahwa tumbuh kembang yang optimal didukung oleh kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari rumah.

Foto: Ketut Subiyanto/Pexels.com

Referensi:

• Edmonds, C. J., & Burford, D. (2009). Should children drink more water?: The effects of drinking water on cognition in children. Appetite Journal.

• Khan, N. A., et al. (2019). Water Intake and Post-Prandial Cognitive Function among Children. Nutrients Journal.

• Popkin, B. M., et al. (2010). Water, Hydration and Health. Nutrition Reviews.

• Harvard T.H. Chan School of Public Health. Healthy Beverages: Children and Hydration.

 

Punya pertanyaan lain seputar layanan kami?