Kesalahan saat Sleep Training yang Membuat Bayi Sulit Tidur Sendiri
Dipublikasikan: Rabu, 6 Mei 2026
Waktu membaca: 4 menit
Klinik MyKidz - Beberapa waktu lalu, tersiar kabar bayi berusia tiga bulan di China meninggal setelah dibiarkan menangis berjam-jam dalam posisi tengkurap. Rupanya, bayi itu sedang diajarkan tidur sendiri (sleep training). Sang ibu yang berada di ruangan terpisah merasa cemas, tapi setelah berkonsultasi dengan sleep coach-nya melalui grup WeChat, ia diberitahu bahwa bayi menangis saat sleep training itu normal.
Beberapa saat kemudian, tangisan bayi perempuan itu tak terdengar lagi. Sang ibu mengira bayinya sudah tertidur. Betapa syoknya sang ibu ketika memasuki kamar bayinya satu jam kemudian. Ternyata bayinya sudah meninggal karena kesulitan bernapas.
Terlepas dari kesalahan saat sleep training yang mungkin dilakukan sang ibu, memangnya kenapa sih, bayi harus belajar tidur sendiri?
Tidak semua bayi bisa langsung tidur dengan cepat dan tenang pada waktunya. Ada bayi yang harus digendong sambil diayun-ayun, menangis begitu direbahkan di boksnya, harus menyusu sampai tertidur, belum lagi terbangun tengah malam karena ingin menyusu lagi.
Hingga usianya minimal empat bulan, bayi harus belajar tidur sendiri. Dengan sleep training, bayi akan mendapatkan lingkungan tidur yang baik, membangun rutinitas tidur yang sehat, dan belajar menenangkan dirinya sendiri.
Sleep training mengajarkan bayi untuk tertidur tanpa bantuan Mama-Papa. Kemudian, melatih bayi untuk kembali tidur ketika ia terbangun tengah malam.
Kesalahan saat Sleep Training
Meskipun bayi harus bisa tidur sendiri, sejatinya proses menuju tahap tersebut tidak harus membuat bayi tersiksa. Atau sebaliknya, proses belajar tidur sendiri tidak membuahkan hasil karena Mama-Papa tidak tega. Tetapi jika belum berhasil, coba lihat dulu apakah ada kesalahan saat sleep training yang terjadi:
• Harus menyusu agar tertidur
Wajar kalau bayi baru lahir terbiasa tertidur sambil menyusu atau diayun-ayun. Sebab, pola tidur mereka masih acak dan belum bisa menenangkan diri sendiri. Namun, memasuki usia empat bulan, bayi mulai matang secara neurologis dan mulai membentuk kebiasaan atau rutinitas tidur.
Menyusui dan mengayun-ayunkan bayi baru jadi masalah kalau itu menjadi satu-satunya cara si kecil untuk tertidur. Secara alami, bayi akan terbangun dua hingga enam kali pada malam hari. Bayangkan, Mama-Papa pun harus bangun sebanyak itu untuk menidurkannya lagi.
• Menemui bayi tiap kali ia menangis
Insting seorang ibu pasti ingin menenangkan bayi ketika mendengar ia menangis. Kurang lebih sampai enam bulan pertama, Mama perlu menengok si kecil ketika ia menangis. Dengan cara ini anak tahu bahwa ibunya selalu ada, untuk memberikan apa yang ia butuhkan.
Secara bertahap, coba biarkan anak menangis beberapa menit untuk melihat apakah ia bisa mengatasi ketidaknyamanannya sendiri. Di usia sekitar sembilan bulan nanti, bayi sudah mulai mengenali pola antara perilaku mereka dan apa yang terjadi setelah itu.
• Membiarkan bayi menangis sepanjang malam
Ini kebalikan dari kesalahan di atas. Melatih anak tidur bukan berarti Mama harus membiarkan bayi menangis sendirian di kamarnya sepanjang malam. Mama bisa menyesuaikan sendiri seberapa lama bisa membiarkan anak menangis sebelum menengok untuk mengetahui apa yang mengganggu tidurnya. Apakah posisi tidurnya yang kurang nyaman, atau suhu di ruangan yang kurang pas?
• Menyusui lagi di tengah tidurnya
Bayi sering terbangun di malam hari bukan karena lapar, melainkan karena sudah terbiasa dengan rutinitas menyusu untuk bisa tidur kembali. Bayi di atas enam bulan biasanya sudah tidak membutuhkan kalori tambahan di malam hari, tapi mereka tetap minta disusui karena kebiasaan tersebut.
Padahal kalau keinginan itu terus dituruti, malah akan memperburuk pola tidur anak dan menciptakan siklus makan yang tidak sehat. Bayi jadi kenyang di malam hari sehingga kehilangan nafsu makan di siang hari.
• Membiarkan bayi tidur di stroller saat bepergian
Memang praktis sih, tetapi hal ini bisa menyulitkan proses sleep training karena anak akan kesulitan tidur di kasur yang tenang tanpa gerakan-gerakan yang bisa meninabobokan dia. Selain membuat waktu tidur siang menjadi tidak konsisten, kebiasaan ini juga membuat anak sulit mengenali perbedaan antara waktu istirahat dan waktu terjaga. Bangun rutinitas tidur di tempat yang tetap agar kualitas istirahat si kecil juga lebih baik ya, Mam.
• Membolehkan bayi tidur larut malam
Ini kesalahan saat sleep training yang juga sering terjadi. Bayi yang sudah ngantuk berat karena terjaga sampai larut ternyata tidak membuat tidurnya lebih lama dan lebih nyenyak, lho, Mam. Ketika sudah terlalu larut, bayi jadi kelelahan. Hal itu malah membuat mereka lebih sulit tertidur dan jadi lebih sering terbangun.
Mungkin ada orang tua yang khawatir kalau sleep training bisa mengganggu kesehatan atau bonding antara orang tua dan anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sleep training tidak meningkatkan risiko masalah perilaku atau emosional saat anak besar nanti.
Sebaliknya, banyak ahli yang mengatakan bahwa melatih anak tidur tidak hanya aman, tapi juga membuatnya sehat dan penting bagi proses tumbuh kembang bayi. Jadi, kasus di atas tak perlu membuat Mama-Papa cemas saat mengajarkan anak belajar tidur sendiri, ya.
Referensi: