Ajarkan Consent, Bekali Anak Keberanian Diri
Dipublikasikan: Sabtu, 17 Januari 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Bagi sebagian orang tua, mendengar kata "Tidak!" dari mulut si Kecil mungkin terasa seperti tanda perlawanan. Namun, mari kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda: "Tidak" adalah kata pertama yang menunjukkan bahwa anak mulai memahami batasan dirinya.
Mengajarkan batasan tubuh dan konsep persetujuan (consent) bukan hanya soal sopan santun, melainkan fondasi utama perlindungan diri anak dari risiko kekerasan atau pelecehan. Mari kita bekali si Kecil dengan keberanian untuk menjaga dirinya sendiri.
Tubuhku adalah Milikku (Body Autonomy)
Langkah pertama adalah menanamkan pengertian bahwa tubuh si Kecil adalah milik mereka sepenuhnya. Mereka memiliki hak untuk menentukan siapa yang boleh menyentuh dan bagaimana cara menyentuhnya.
Hapus Budaya "Paksa Cium/Peluk": Seringkali kita memaksa anak untuk mencium atau memeluk kerabat sebagai tanda hormat. Cobalah untuk memberikan pilihan: "Kalau belum mau peluk, boleh salaman atau tos saja ya?" Ini mengajarkan anak bahwa mereka berhak berkata "tidak" jika merasa tidak nyaman, bahkan kepada orang yang mereka kenal.
Mengenalkan "Aturan Pakaian Dalam"
Untuk memudahkan anak mengerti, gunakan konsep Underwear Rule. Bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah area pribadi yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain.
| Area Tubuh | Ketentuan |
| Area Pribadi (Bibir, Dada, Alat Kelamin, Bokong) | Hanya boleh disentuh oleh si Kecil sendiri. Orang tua/dokter hanya boleh menyentuh untuk tujuan kebersihan (mandi) atau kesehatan. |
| Sentuhan Aman | Pelukan hangat, elusan di kepala, atau high-five yang membuat anak merasa nyaman dan senang. |
| Sentuhan Tidak Aman | Sentuhan yang menyakitkan, membuat risi, atau dilakukan di area pribadi. |
Tip Penting: Gunakan nama medis yang benar (seperti penis atau vagina). Menggunakan istilah samaran (seperti "burung" atau "bunga") justru bisa membuat anak bingung dan merasa malu untuk melapor jika terjadi sesuatu yang salah.
5 Kalimat Ajaib
Berikut adalah "5 Kalimat Ajaib" yang bisa Mom & Dad ajarkan dan latih bersama si Kecil di rumah:
- "Aku lagi nggak mau peluk, tos saja ya!"
Tujuannya: Mengajarkan bahwa mereka boleh memilih cara berinteraksi tanpa harus merasa tidak enak pada orang dewasa. - "Stop! Aku nggak suka kalau kamu pegang itu."
Tujuannya: Memberikan keberanian untuk menetapkan batasan saat ada bagian tubuhnya yang disentuh dengan cara yang membuat mereka risi. - "Ini tubuhku, hanya aku yang boleh pegang."
Tujuannya: Menanamkan konsep kepemilikan tubuh (Body Autonomy) bahwa mereka adalah "bos" atas tubuh mereka sendiri. - "Mama bilang, nggak boleh ada rahasia soal tubuh."
Tujuannya: Mematahkan taktik pelaku yang sering menggunakan kata "rahasia" untuk membungkam anak. - "Aku merasa nggak nyaman, aku mau lapor Mama sekarang!"
Tujuannya: Menegaskan bahwa anak memiliki hak untuk segera mencari pertolongan dari "Orang Dewasa Aman" saat mereka merasa terancam.\
Tip Melatihnya:
Gunakan teknik Role-Play (bermain peran). Pura-puralah menjadi teman atau kerabat, lalu minta si Kecil mempraktikkan kalimat-kalimat di atas dengan suara yang lantang dan tegas. Berikan pujian saat mereka berhasil mengucapkannya dengan berani.
Waspada terhadap "Rahasia"
Salah satu senjata pelaku kejahatan adalah meminta anak menjaga rahasia. Ajarkan si Kecil perbedaan antara Kejutan dan Rahasia:
- Kejutan: Sesuatu yang menyenangkan dan akan diberitahukan segera (seperti kado ulang tahun).
- Rahasia Tubuh: Tidak boleh ada rahasia tentang tubuh. Jika seseorang menyentuh bagian pribadinya dan meminta anak merahasiakannya, anak harus segera melapor kepada "Orang Dewasa Aman" (Mom, Dad, atau Guru).
Strategi "Lari dan Lapor"
Bekali si Kecil dengan rencana aksi sederhana jika mereka merasa terancam atau tidak nyaman:
- Katakan TIDAK dengan suara tegas.
- LARI menjauh ke tempat yang ramai.
- LAPOR kepada orang dewasa yang mereka percayai sampai ada yang menolong.
Mengajarkan consent sejak dini adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan diri anak. Saat kita menghargai batasan mereka di rumah, mereka akan belajar untuk menghargai diri mereka sendiri di luar sana. Di Klinik Tumbuh Kembang MyKidz, kami mendukung setiap langkah Mom/Dad dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pertumbuhan karakter dan perlindungan diri si Kecil.
Percayalah, kekuatan kata "Tidak" hari ini bisa menjadi pelindung terkuat mereka di masa depan.
Referensi:
• American Academy of Pediatrics (AAP). Preventing Child Sexual Abuse.
• NSPCC (UK). The Underwear Rule (PANTS Guide for Parents).
• Unicef. How to talk to your child about body boundaries and sexual abuse.