Waspada, Anak Usia 0-4 Tahun Lebih Mudah Terpapar Flu A. Ini Alasannya!
Dipublikasikan: Rabu, 7 Oktober 2026
Waktu membaca: 3 menit
MyKidz - Sejak awal September 2026, ruang IGD di sejumlah rumah sakit Indonesia dilaporkan dipadati pasien anak dengan demam tinggi. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diperbarui pada 19 September 2026 mencatat, proporsi positif Influenza A mencapai 46 persen dari total spesimen yang diperiksa.
Ini artinya, angkanya naik signifikan dari 35 persen pada minggu sebelumnya. Hingga minggu ke-37 2026 (7-13 September 2026), Influenza A(H3N2) subclade K sudah terdeteksi di 20 provinsi.
Nah, yang membuat banyak orang tua waswas, ternyata dari seluruh data rawat inap, kelompok usia 0–4 tahun adalah yang paling banyak terkena. Kok bisa?
Apa Itu Influenza A?
Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang paling sering menjadi penyebab wabah musiman di seluruh dunia. Berbeda dengan flu biasa (common cold) yang disebabkan rhinovirus, Influenza A muncul lebih mendadak. Gejalanya lebih berat, di antaranya demam tinggi yang tiba-tiba, batuk kering, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Pada anak-anak, sering disertai mual, muntah, atau diare.
Flu A terbagi dalam beberapa subtipe berdasarkan dua protein di permukaan virusnya: Hemagglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Yang saat ini paling banyak beredar di Indonesia adalah Influenza A(H1N1)pdm09 (subtipe yang sama dengan flu pandemi 2009), dan Influenza A(H3N2) subclade K, yang pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025.
Influenza A juga lebih mudah bermutasi dibanding jenis virus influenza lainnya. Itu sebabnya virus ini menjadi salah satu alasan mengapa vaksinasi perlu diulang setiap tahun.
Mengapa Anak Balita Paling Rentan?
Mama-Papa mungkin sering mendengar penjelasan, karena daya tahan tubuh anak masih lemah. Namun alasan ini terlalu menyederhanakan, dan sebetulnya kurang tepat.
Penjelasan yang lebih akurat datang dari mini review yang diterbitkan di Frontiers in Pediatrics (2022) oleh peneliti Washington University School of Medicine. Menurut para peneliti, bayi dan anak kecil masih mengandalkan perlindungan alami bawaan sejak lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum terlatih dan belum pernah terpapar virus ini sebelumnya.
Tubuh mereka belum mengenali virus Influenza A. Akibatnya, saat virus masuk, tubuh terlambat memberikan perlawanan.
Riset ini juga menemukan bahwa zat pelindung di tubuh bayi dan balita masih sangat sedikit. Karena benteng pertahanan bayi dan toddler belum siap, virus flu jadi punya banyak waktu untuk berkembang biak di dalam tubuh mereka.
Daya tahan tubuh anak belum sekuat orang dewasa dalam melawan virus. Selain itu, sel pelindung di paru-paru anak juga bekerja lebih lambat, sehingga proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama.
Anak-Anak Lebih Cepat Menulari Temannya
Ini bukan berarti sistem imun si kecil lemah ya, Mam-Pap. Justru ini cara alami tubuh bayi beradaptasi. Di masa-masa awal, tubuh mereka memang dirancang untuk siap melawan segala jenis kuman secara umum, bukan cuma berfokus pada satu jenis virus saja.
Di sinilah masalahnya. Saat terkena Influenza A yang butuh penanganan cepat, daya tahan tubuh anak yang masih umum ini belum cukup kuat untuk melawannya dengan cepat.
Selain itu, anak-anak tidak cuma gampang tertular, tapi juga menularkan virus lebih lama. Virus dari tubuh anak bisa terus keluar dalam waktu yang cukup panjang lewat napas, batuk, atau sentuhan. Makanya, satu anak yang sakit di daycare atau TK bisa menulari banyak teman-temannya dengan cepat sebelum dia sendiri terlihat sakit.
Perlunya Vaksinasi Influenza A
Menurut data IDAI (2026), sekitar 5 persen anak yang terinfeksi Influenza A membutuhkan perawatan di rumah sakit. Komplikasi yang perlu diwaspadai bukan hanya pneumonia, tetapi juga eksaserbasi asma (kondisi memburuknya serangan asma dengan cepat), miokarditis (peradangan otot jantung), bahkan ensefalopati (gangguan fungsi otak akibat peradangan).
Mama-Papa perlu segera membawa anak ke IGD apabila muncul tanda-tanda berikut:
• Sulit dibangunkan atau justru sangat gelisah
• Napas cepat atau terlihat sesak
• Kulit atau bibir tampak kebiruan
• Kejang
• Enam jam atau lebih tidak buang air kecil
Namun jika gejalanya lebih ringan, di mana anak masih aktif, mau minum, dan buang air kecil, umumnya orang tua bisa memantaunya di rumah dengan pendampingan dokter.
IDAI merekomendasikan vaksinasi Influenza A setiap tahun untuk anak mulai usia 6 bulan. Hal ini bukan sekadar anjuran, karena vaksin adalah satu-satunya cara untuk membantu membangun daya tahan tubuh anak sebelum mereka benar-benar tertular.
Karena itulah memahami mengapa anak balita lebih rentan terpapar Flu A bukan hanya masalah ingin tahu, tetapi juga harus menjadi pertimbangan dari setiap keputusan yang dibuat orang tua. Buat Mama-Papa yang ingin memberikan perlindungan buat Si Kecil, vaksin Flu A bisa didapatkan di MyKidz Clinic.
Referensi:
1. EditorIndonesia.com
2. Antaranews.com
3. Suara.com
4. Frontiers in Pediatrics
5. JAMA Pediatrics